Diet Keto Untuk Siapa Saja?

58
Diet Keto Untuk Siapa Saja
Diet Keto Untuk Siapa Saja

Risiko diet keto umumnya berkaitan dengan ketosis dan efeknya pada perubahan kerja metabolisme secara drastis. Berdasarkan pertimbangan tersebut, berikut adalah kelompok orang yang tidak boleh menjalani diet keto:

1. Penderita diabetes

Bagi penderita diabetes yangg gula darahnya tidak terkendali, ketosis bisa memicu komplikasi berbahaya yang disebut ketoasidosis. Kondisi ini ditandai dengan tingginya jumlah keton dalam darah sehingga darah menjadi asam.

Jika darah menjadi asam, sistem dalam tubuh tidak akan bisa bekerja secara normal. Ketoasidosis diabetik yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan koma, bahkan kematian.

2. Wanita hamil

Ibu hamil umumnya tidak boleh menjalani diet keto karena risikonya terhadap kesehatan dan perkembangan janin.

Efek ketosis dalam jangka waktu panjang selama kehamilan berkaitan erat dengan gangguan perkembangan otak janin.

Selain itu, ketosis selama masa kehamilan juga disinyalir meningkatkan risiko spina bifida. Spina bifida adalah kelainan pada tubuh janin akibat pembentukan saraf tulang belakang yang tidak sempurna.

3. Ibu menyusui

Ibu menyusui membutuhkan lebih banyak asupan cairan untuk menjaga produksi ASI-nya tetap lancar. Salah satu alasan kenapa ibu menyusui tidak boleh menjalani diet keto adalah efek ketosis yang dapat menyebabkan dehidrasi.

Diet keto juga sangat rendah karbohidrat sehingga ibu menyusui akan lebih mudah merasa lelah. Selain itu asupan kalori dan karbohidrat yang mencukupi tetap diperlukan ibu menyusui untuk melancarkan produksi ASI.

Anda bahkan tidak dapat mengganti cairan dan karbohidrat yang hilang dengan buah karena makanan ini adalah pantangan dalam diet keto.

Konsultasi ke dokter dulu jika ingin diet

Diet keto mungkin bermanfaat bagi beberapa orang, tapi belum tentu bagi penderita diabetes, wanita hamil, dan menyusui. Pasalnya, ketiga kondisi ini membuat tubuh Anda menjadi lebih rentan terhadap efek samping diet keto.

Jika Anda mengalami satu di antara kondisi tersebut, cobalah berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan jenis diet yang lebih sesuai. Diet yang sehat tidak hanya harus efektif, tapi juga aman dan bermanfaat bagi kesehatan.

Advertisement