Bentuk Otot Dengan BCAA

41

Bagaimana pentingnya BCAA untuk membangun dan menjaga kualitas otot? Apakah perlu mengkonsumsi suplemen BCAA yang banyak tersedia dipasaran?

Berikut ini adalah kutipan dari Reps.ID

BCAA dosis tinggi banyak dipakai sebagai bagian persiapan menjelang kontes binaraga. Bahkan BCAA tetap dipakai fitnessmania walau dietnya sudah sempurna, berada dalam kondisi kalori seimbang dan mengkonsumsi banyak protein. Apakah suplemen BCAA lebih unggul dibandingkan BCAA yang ada dalam makanan Anda?

Jika Anda mengkonsumsi makanan secara cukup ‘level maintenance’ dengan asupan protein memadai, maka otomatis kebutuhan BCAA Anda sudah terpenuhi. Mayoritas asupan makanan protein (termasuk suplemen whey), 15% dari kandungannya adalah BCAA. Jadi jika seorang binaragawan dengan bobot 100 Kg mengkonsumsi 2 Gram protein per pound berat badan setiap hari, itu sama saja mengkonsumsi 66 Gram BCAA per hari. Sekalipun jika dalam keadaan cutting. Mayoritas binaraga mengkonsumsi cukup banyak protein. Artinya tanpa supplement BCAA sekalipun, ia sudah mengkonsumsi cukup banyak protein. Artinya tanpa supplement BCAA sekalipun, ia sudah mengkonsumsi cukup BCAA. Pemakaian suplemen BCAA dikalangan atlet profesional sudah menjadi keharusan jika yang dicari adalah massa otot rendah lemak. Kenapa?

Selama latihan, tubuh membakar BCAA dalam jumlah besar untuk energi. Jumlahnya semakin besar jika ia dalam program cutting. Rendahnya ketersediaan energi akibat diet cutting menyebabkan tubuh tak punya pilihan selain memakai BCAA untuk energi. Turn over (refill) protein pada tubuh jauh lebih rendah ketimbang karbohidrat dan lemak. Protein yang terbakar itu harus diganti.

Dari ketiga komponen BCAA, leucine yang paling penting untuk merangsang sintesa protein dalam jaringan otot. Mengkonsumsi leucine saja, dianggap sama efektifnya dengan mengkonsumsi BCAA keseluruhan. Apapun itu, mengkonsumsi leucine atau BCAA, jelas menguntungkan buat binaragawan. Apalagi jika ia berada dalam program cutting.

Leucine dalam BCAA dianggap paling anabolik dibandingkan ketiga rekan amino lainnya dalam BCAA. BCAA bersifat insulinogenik. Karenanya BCAA dianggap amino yang paling unggul dibandingkan amino-amino lainnya yang ada dalam makanan Anda. Jika dipakai dalam program cutting, binaragawan tidak berusaha menciptakan kondisi anabolik, tapi justru mereka mencari cara menghambat katabolik. Dan BCAA sangat cocok untuk tugas itu.

Baca Juga: Apa Saja Suplemen Otot Untuk Pemula?

BCAA bisa dipakai dalam segala kondisi, baik itu off season maupun cutting. BCAA sangat bagus dipakai sebelum latihan, apalagi jika dikonsumsi bersamaan dengan karbohidrat secukupnya. Untuk konsumsi sesudah latihan dan seterusnya, suplemen whey lebih cocok dan lebih ekonomis.

BCAA juga bersifat glucogenik, makanya mesti hati-hati, jangan terlalu berlebihan mengkonsumsinya, karena kelebihannya akan menjadi glukosa dalam darah Anda. Karenanya tidak perlu mengkonsumsi BCAA dan suplemen whey secara bersamaan.

Mayoritas suplemen whey mengandung BCAA didalamnya. Tapi kualitas BCAA dalam whey tidak bisa disamakan dengan kandungan BCAA dalam suplemen whey maupun makanan. BCAA yang ada di dalam suplemen whey itu terikat dengan molekul asam amino lainnya dan harus dipisahkan lebih dulu dalam sistem pencernaan, lalu diserap sistem aliran darah. Sedangkan suplemen BCAA sudah dalam bentuk free form (tidak terikat dengan molekul manapun), dan tidak membutuhkan pencernaan lagi. Karenanya suplemen BCAA langsung diserap tubuh, menaikkan asam amino darah ke tingkat yang lebih tinggi dibandingkan whey maupun makanan. Bahkan hanya dengan sedikit gram BCAA saja, amino dalam plasma darah meningkat drastis dibandingkan jika mengkonsumsi 30 gram whey protein.

Baca Juga: Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Mengkonsumsi Pre Workout?

Suplemen BCAA juga tidak diproses di usus kecil maupun liver sebanyak whey atau makanan. Karenanya mengkonsumsi suplemen BCAA itu nyaris sama efektifnya dengan BCAA versi injeksi, karena ia mampu terserap oleh darah dalam waktu cepat.

BCAA juga nyaris setara dengan steroids itu sendiri, karena Anda bisa turunkan asupan kalori 300-500 per hari dan tidak kehilangan massa otot murni asalkan mengkonsumsi BCAA selama latihan berlangsung (30-40 gram).

Pengecualian jika Anda sedang cutting. Bila Anda mengkonsumsi cukup protein, maka tidak perlu pakai BCAA. Setidaknya begitulah teorinya. Namun dalam prakteknya, banyak atlet yang berani bersumpah mendapatkan banyak keuntungan dari BCAA. Mungkin karena faktor genetik atau memang mereka sudah mengenal baik tubuhnya. Apapun alasannya, bagi orang seperti itu pemakaian BCAA akan sangat berguna.